Selasa, 18 November 2025

Sari, Gadis yang Ditempa Kota dan Perjalanan

Sari lahir dan besar di tengah kerasnya Jakarta, dengan getaran kereta api sebagai melodi masa kecilnya. Namun, hidup yang penuh gejolak ini telah menempa dirinya untuk menjadi pribadi yang tak kenal menyerah. Film ini mengisahkan perjalanan Sari, dari seorang gadis kecil yang rentan menjadi perempuan yang tangguh dan berprestasi, membuktikan bahwa takdir tidak hanya tentang di mana kita dilahirkan, tetapi bagaimana kita memilih untuk menjalani setiap tantangan. Sejak kecil, Sari harus berhadapan dengan berbagai kesulitan. Pengalaman pahit di bangku taman kanak-kanak, di mana ia menjadi korban perundungan, menjadi titik balik yang membentuk mentalnya. Dari sekadar korban, Sari bangkit melawan. Momen itu mengajarkannya bahwa dalam diri setiap manusia tersimpan kekuatan yang tak terduga, yang mampu menghentikan intimidasi. Kehidupan Sari terus diuji dengan serangkaian perpindahan. Dari Jakarta ke Bekasi, lalu Cilegon, dan akhirnya Majalengka. Setiap kepindahan membawa tantangan baru—lingkungan asing, teman-teman baru, hingga perbedaan budaya. Namun, di setiap tempat baru, Sari selalu menemukan cara untuk berkembang. Di Cilegon, ia belajar disiplin dan kemandirian dari ibunya, hingga berhasil meraih nilai tertinggi di sekolah. Saat masuk SMP, Sari sempat terbuai oleh dunia buku, hingga prestasinya menurun. Namun, ia berhasil bangkit dan kembali fokus pada pendidikannya. Kemudian, kepindahan ke Majalengka menjadi ujian terbesar baginya. Kota yang sunyi dan asing itu membuat Sari merasa terasing. Ia sempat kehilangan semangat dan merasa seperti "ikan yang dilempar dari lautan luas ke kolam yang tenang." Selama tiga bulan, ia hidup bagai bayangan, tanpa teman dekat, tanpa rasa memiliki. Namun, di tengah kesunyian itu, ketangguhan Sari kembali bersinar. Ia menolak menyerah pada keadaan. Dengan tekad kuat, ia tetap belajar dan membuktikan bahwa prestasinya tak bergantung pada tempat. Film ini menunjukkan bagaimana Sari menemukan kembali jati dirinya di SMA favorit, tempat di mana ia akhirnya merasa nyaman, menemukan teman sejati, dan menjadikan Majalengka sebagai rumah barunya. Kisah Sari adalah bukti nyata bahwa fleksibilitas dan keteguhan hati adalah kunci untuk beradaptasi di mana pun kita berada. Dari mimpi yang kandas untuk kuliah Arkeologi, Sari belajar bahwa menerima pilihan orang tua bukanlah akhir, melainkan awal dari jalan baru menuju kesuksesan. Ia berhasil masuk jurusan Biologi di perguruan tinggi ternama, membuktikan bahwa kegagalan hanyalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Film "Sari: Gadis yang Ditempa Kota dan Perjalanan" adalah sebuah inspirasi tentang kekuatan internal, ketekunan, dan penerimaan diri. Ini bukan sekadar cerita tentang seorang gadis yang berjuang, melainkan tentang bagaimana setiap pengalaman, baik pahit maupun manis, membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Kisah Sari mengajarkan kita bahwa tak peduli seberapa banyak rintangan yang menghadang, kita selalu memiliki pilihan untuk bangkit dan terus melangkah maju. (to be continued... waitung for full story)

Sabtu, 22 Juli 2023

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)

 

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

Lingkup Pendidikan

MA Daarul Uluum PUI Majalengka

Tujuan yang ingin dicapai

Tujuan penulisan Best Practice ini adalah untuk mendeskripsikan pengalaman mengajar terbaik yang dapat meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan kemampuan berfikir tingkat tinggi murid melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning metode HOTS-ISTEEM dalam materi Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman.

Penulis

Ilisya P. Indrasari

 

Tanggal

4 dan 5 Juli 2023 (Model Project Based Learning moda Luring)

 

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah.

Guru belum beradaptasi dan membiasakan murid dengan soal-soal/penugasan yang dapat mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi murid, sehingga kemampuan literasi numerasi dan berfikir tingkat tinggi murid menjadi rendah.

 

Beberapa gejala yang terlihat adalah 1) soal-soal dalam tes sumatif masih berupa soal tertutup: 2) guru belum memahami karakteristik soal-soal/penugasan berbasis literasi dan numerasi.

 

Mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi murid serta kemampaun berfikir tingkat tinggi murid, tidak hanya melalui soal-soal atau penugasan yang diberikan, tetapi juga dalam bentuk proses pembelajaran di kelas. Metode yang dikembangkan dalam Best Practice ini adalah HOTS – ISTEEM, High Order Thinking Skill – Islamic Science Technology Engginering Enterpreuneur and Mathematics, dengan model pembelajaran PJBL (Project Based Learning).

 

Keterampilan berfikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills) mencakup kemampuan berfikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif. Menurut Lewis dan Smith (1993) dalam Sani, R. A. (2019), berfikir tingkat tinggi akan terjadi jika seseorang memiliki informasi yang disimpan dalam ingatan dan memperoleh informasi baru, kemudian menghubungkan, dan/atau menyusun dan mengembangkan informasi tersebut untuk mencapai suatu tujuan atau memperoleh jawaban/solusi yang mungkin untuk suatu situasi yang membingungkan

 

Pembelajaran berbasis ISTEEM adalah mengintegrasikan nilai-nilai dan pengetahuan islami dengan sains, teknologi, engineering, kewirausahaan (enterpreuneur), dan matematika dalam proses pembelajaran. Praktik baik ini mencoba untuk mengintegrasikan niai-nilai dan pengetahuan Islam, menggunakan ilmu robotika arduino uno (teknologi dan engineering), menggunakan ilmu matematika untuk menganalisis hasil penelitian, dan membangun jiwa kewirausahaan dengan konsep dasar proyek yang sudah dikembangkan.

 

Pembelajaran berbasis ISTEEM sangat membutuhkan keterampilan tingkat tinggi. Hal ini disebabkan karena pembelajaran ISTEEM mengharuskan murid untuk melakukan penyelidikan ilmiah, penerapan matematika ketika merancang sebuah teknologi dan menganalisis hasil penelitian dalam upaya menyelesaikan masalah. Jadi, model pembelajaran yang umum digunakan dalam pembelajaran ISTEEM adalah project based learning (PJBL).

 

Diharapkan dengan menerapkan proses pembelajaran model PJBL dan metode HOTS – ISTEEM, dapat mengembangkan kemampuan literasi, numerasi dan kemampuan berfikir tingkat tinggi murid.

 

Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan.

Berdasarkan analisis hasil asesment dan refleksi, dengan metode dan model pembelajaran yang digunakan dapat meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi, serta literasi dan numerasi murid pada materi pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proyek yang dikembangkan adalah mengukur kelembaban tanah pada tanaman kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, dan jagung dengan menggunakan soil moisture sensore arduino uno.

 

Dalam proyek penelitian ini, murid diminta untuk mengamati dan menganalisis kebutuhan kelembaban tanah tiap tanaman. Kebutuhan kelembaban tanah teramati dari debit air yang terpakai setiap harinya selama proses penelitian. Dalam merancang penelitian, murid sudah diminta untuk mencari literasi terkait kebutuhan kelembaban tanah ideal setiap tanaman yang akan disetting dalam arduino uno, serta kondisi faktor eksternal yang dibutuhkan tanaman. Dan murid dapat mengembangkan literasi numerasi melalui pengukuran rata-rata kelembaban tanah yang dibutuhkan selama proses penelitian dan membuat grafik dari data hasil penelitian. Dalam uji produk, murid diminta untuk mempresentasikan hasil penelitian dan hasil analisis mereka jika hasil peneltian kurang sesuai dengan hipotesis atau prediksi awal penelitian.

 

Diharapkan praktik baik ini dapat menjadi motivasi bagi diri saya pribadi untuk dapat melakukan kolaborasi dengan mata pelajaran lain dalam mengembangkan materi Biologi. Bagi rekan guru yang lain, ini merupakan upaya berbagi praktik baik, yang semoga dapat memberikan inspirasi.

 

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Peran saya dalam praktik ini adalah sebagai guru yang menjadi subjek atau pelaksana praktik baik. Saya sebagai guru memiliki tanggung jawab untuk dapat menganalisis permasalahan yang muncul selama PBM Biologi. Salah satu permasalahan yang muncul adalah rendahnya kemampuan literasi dan numerasi murid, dikarenakan proses belajar mengajar yang dilakukan guru belum berbasis HOTS. Tindak lanjutnya, saya sebagai guru mencari berbagai alternatif solusi untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang terpilih adalah mengembangkan model PJBL dengan metode HOTS – ISTEEM pada materi pengaruh faktor internal dan eksternal pada  pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selanjutnya adalah guru menyusun modul ajar, bahan ajar, LKPD, instrumen dan rubrik penilaian, serta media pembelajaran. Guru memonitoring pelaksanaan proyek selama 14 hari. Guru juga membuat pertanyaan refleksi sebagai masukan bagi guru apakah model dan metode yang digunakan sudah tepat atau diperlukan pengembangan lebih lanjut.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Apa saja yang mengjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut?

Latar belakang masalah dari praktik baik ini adalah kurangnya literasi dan numerasi murid, serta kemampuan berfikir tingkat tinggi. Strategi pembelajarannya adalah, guru menggunakan metode pembelajaran  HOTS – ISTEEM dengan model pembelajaran  PJBL pada materi pengaruh faktor internal dan eksternal pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Beberapa tantangan dalam metode dan model pembelajaran ini adalah:

1.     Guru harus dapat menentukan proyek yang relevan dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai.

2.     Memerlukan persiapan lebih untuk menyiapkan alat dan bahan serta rancangan proyek.

3.     Memerlukan waktu yang cukup panjang dalam pelaksanaannya.

4.     Memerlukan kolaborasi dengan guru mata pelajaran lain yaitu guru Robotika.

5.     Guru juga harus memahami prinsip dasar kerja dari rancangan proyek menggunakan bantuan soil moisture sensor arduino uno.

6.     Kemampuan murid untuk berliterasi sudah diuji sejak awal perencanaan proyek.

 

Siapa saja yang terlibat?

Dalam proses pelaksanaan praktik baik ini, yang terlibat adalah:

1.     Guru, yaitu saya sendiri sebagai orang yang merencanakan, melakukan, dan mengevaluasi praktik baik ini.

2.     Unsur pimpinan di madrasah, sebagai orang yang membantu dalam mensukseskan praktik baik ini.

3.     Rekan guru, sebagai sumber inspirasi dan teman diskusi dalam merencanakan, melakukan, dan mengevaluasi praktik baik ini.

4.     Dosen dan Guru Pamong PPG, sebagai orang yang membimbing dan mengevaluasi aksi yang saya lakukan demi keberhasilan praktik baik ini dan juga sebagai masukan dalam pembelajaran di masa selanjutnya.

5.     Murid yang merupakan subjek dan objek pembelajaran di kelas.

6.     Guru mata pelajaran Robotika yang merupakan rekan kolaborasi dalam pelaksanaan proyek.

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat /Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah dan starategi untuk menghadapi tantangan: Guru melakukan literasi dan  merancang sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan kemampuan berfikri tingkat tinggi murid. Model pembelajaran yang terpilih adalah PJBL untuk materi pengaruh faktor internal dan eksternal pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dengan metode pembelajatan berbasis HOTS – ISTEEM.

 

Proses dalam aksi praktik baik menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dengan metode HOTS – ISTEEM:

1.     Pertanyaan Esensial

1)    Guru menyajikan masalah kontekstual : “apakah pengaruh factor ekternal setiap tumbuhan sama?”

2)    Siswa diarahkan oleh guru untuk memahami permasalahan tersebut dan merumuskan pertanyaan mendasar terkait masalah tersebut.

2.     Mendesain Rencana Proyek

1)    Murid dikelompokkan menjadi 4 kelompok  heterogen (Gotong royong)

Kelompok 1: Pengamatan tanaman kacang hijau

Kelompok 2: Pengamatan tanaman kacang kedelai

Kelompok 3: Pengamatan tanaman kacang tanah

Kelompok 4: Pengamatan tanaman jagung

Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan jenis proyek yang akan dikerjakan. (beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, Gotong royong, bernalar kritis)

2)    Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan produk yang akan dihasilkan. Dalam hal ini, perbedaan pengaruh kelembaban/kebutuhan air  terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang berbeda.

3)    Setiap kelompok berdiskusi untuk merancang kegiatan proyek yang akan dilakukan dibantu oleh guru robotika. (beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, Gotong royong, bernalar kritis)

3.     Menyusun Jadwal

1)  Setiap kelompok Menyusun timeline pengerjaan proyek yang akan dilaksanakan selama 14 hari. (beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, Gotong royong, bernalar kritis)

4.     Pelaksanaan dan pengawasan perkembangan proyek

1)  Setiap kelompok menyelesaikan tahapan-tahapan atau aktivitas-aktivitas dalam proyek mereka. Pada tahapan ini, dibantu juga oleh guru robotika. (beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, Gotong royong, bernalar kritis)

2)  Guru memonitor perkembangan proyek setiap kelompok dengan datang ke laboratorium.

5.     Menguji Produk

1)    Setiap kelompok mempresentasikan LKPD dari hasil proyek mereka dengan menggunakan PPT/video/poster.

2)    Setiap kelompok menjawab pertanyaan dan mendapatkan masukan dari kelompok lain.

3)    Murid menerima umpan balik dari guru.

6.     Evaluasi Pengalaman

1)    Murid merefleksikan pengalaman selama melakukan aktivitas proyek.

2)    Murid memberikan contoh pengembangan proyek ini dalam skala yang lebih luas.

 

Dalam proses ini, yang terlibat adalah guru, murid, guru robotika, dosen pembimbing, guru pamong, dan rekan sejawat lainnya sebagai kameramen. Sumber daya yang diperlukan adalah buku sumber, internet, aplikasi ed puzzle, classpoint, alat dan bahan proyek, laptop, infokus, jaringan internet dan kamera.

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Dari hasil refleksi pembelajaran yang dilakukan murid melalui isian google form dapat disimpulkan bahwa 100% murid senang dengan pembelajaran model Project Based Learning dan metode HOTS - ISTEEM serta kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan murid sesuai tujuan pembelajaran, yaitu memahami pengaruh factor eksternal terhadap pertumbuhan  tumbuhan, melakukan percobaan tentang faktor-faktor eksternal yang memengaruhi proses pertumbuhan  pada tanaman, dan menyajikan data hasil analisis hubungan faktor eksternal terhadap proses pertumbuhan  tanaman.

 

Berdasarkan haril pretest dan posttesst menggunakan soal-soal HOTS, dapat terlihat perbedaan yang signifikan dari hasil pretest dan post test. Hasil menunjukkan terjadi kenaikan jumlah murid dengan nilai tuntas (lebih dari KKM yaitu 75) sebesar 80%.

 

Adapun faktor yang menjadi keberhasilan dalam praktik baik ini adalah pembelajaran dengan model project based learning dengan metode HOTS - ISTEEM. Model dan metode ini membantu murid untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, serta kemampuan berfikir tingkat tinggi murid, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

 

Pelajaran dari keseluruhan proses

Melihat beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran inovatif dapat tercipta jika model dan metode pembelajaran yang ditentukan tepat dan sesuai dengan kebutuhan murid.

 

Minggu, 20 November 2022

Aku Ada Untuk Kalian

 

Aku Ada untuk Kalian

Oleh: Ilisya P. Indrasari

 

Kenalkan, aku bumi. Aku ada karna diciptakan. Aku tau, sejak awal aku ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan dan kehidupan makhluk yang paling sempurna, manusia. Aku berharap besar pada manusia. Awalnya aku biasa saja, dengan manusia aku menjadi lebih berarti. Tanahku banyak yang diolah menjadi pesawahan, perkebunan, ladang, dan memberikan manfaat banyak bagi manusia. Sungaiku dijaga, karena mereka juga membutuhkan air sungaiku yang jernih dan juga makhluk yang hidup didalamnya. Lautku biru, mereka selalu senang menatap lautku. Mereka jaga lautku, karena mereka butuh lautku, ikanku, garamku. Tanahku subur, semakin subur dengan diolah secara alami. Aku mencintai mereka, merekapun mencintaiku.

Tidaaakkkk…

Kenapa aku…???

Lautku…, sungaiku…, tanahku …, pohonku..., hewanku…, udaraku…???

Aku sakit… aku dikhianati…

Mengapa setelah ratusan tahun aku menemani, mereka malah mengkhianatiku, menyakitiku…

Lihatlah sungaiku kini... Apakah kalian tidak mempedulikan sungaiku lagi...?

Bukankah airnya bermanfaat untuk kalian… airnya selalu kalian gunakan untuk Pelepas dahaga… airnya kalian gunakan untuk mengairi pesawahan dan ladang … ikanku dulu sering kalian ambil untuk dimakan…

Tidaaakkkk… Aku kini tidak dapat melihat batu-batuan dalam sungaiku… dasar pasir yang lembut… Ikan ku yang berenang lincah… kemana semuanya... Aku tak melihatnya...

Semua tertutup oleh sampah... Air sungaiku kini coklat… bahkan hitam… bagaimana sungaiku bisa bermanfaat lagi untuk kalian…

Kalian tau… sungaiku rindu dengan tawa renyah kalian ketika bermain di airnya yang bening… senyum senang kalian mendapatkan ikan…  obrolan ringan kalian ketika mengambil airnya… Sungaiku rindu dengan wajah bahagia ketika menatapnya…

Kini aku tak pernah menemukan  itu semua… yang ada adalah tatapan jijik ketika menatap sungaiku… Ingin segera menjauh ketika melewatinya… apa salahku…!!!

Jangan… Tolong jangan kalian tumpahkan barang-barang menjijik ka itu kepada sungaiku … sungaiku sulit bernafas kini…

 

Lihatlah lautku… Kalian pernah meninggalkaku dalam keadaan hitam berjelaga… lihatlah burung-burung itu… mereka terperangkap, tak dapat terbang , sampai akhirnya mati kelaparan, tanpa aku bisa melakukan apa-apa, bahkan hewan-hewanku banyak yang terperangkap oleh sampahmu. Hewan-hewanku banyak yang teracuni oleh sampahmu. Jika kalian pergi ke muara-muara pulau-pulau kecilku, kalian akan menemukan pulau-pulau baru, pulau sampah.  Terumbu karangku yang indah, semakin terkikis, akibat sampahmu, dan juga tanga-tangan jail yang mengambil secara tidak bertanggung jawab.

Kemana hutan bakau ku? Mengapa tahun demi tahun, aku semakin sulit menemukannya?  Alih-alih kudapatkan hutan bakau, gedung-gedung tinggi berdiri di area bakau ku.  Apakah kalian tau, jika hutan bakauku hilang, maka ombakku akan dengan mudah mengikis tanah dan menghabiskan bangunan-bangunan kalian.

Pantaiku tak seindah dulu. Hamparan pasir putih yang indah, tergantikan oleh hamparan sampah.

 

Tanahku tak sesubur dan sesehat dulu. Ketika biji dan akar tanaman masuk kedalam tanahku, mereka leluasa menyerap nutrisi dari tanahku, tanpa harus mencari sana sini. Tapi itu dulu. Sekarang, tanahku tak sanggup mensuplai nutrisi secara cukup untuk biji dan akar tanaman, sampai-sampai mau tak mau, zat kimia beracun pun diserap oleh mereka karena kekurangan nutrisi.

Entah kenapa tanahku lemah saat ini. Entah kapan awalnya tanahku menjadi miskin nutrisi. Apakah sejak bahan-bahan kimia yang manusia sebut sebagai pupuk itu, masuk ke dalam tubuhku, yang katanya mampu menambah nutrisi tanahku. Tidak kawan, justru sebaliknya, bahan-bahan kimia itu membuat tanahku semakin miskin nutrisi, tanahku menjadi keras, tidak mampu menyerap banyak air karena strukturnya sudah rusak. 

Kalian tau, kalian menyiksa tanahku ketika kalian masukkan bahan-bahan kimia kedalamnya. Tanahku menangis, tanamannya menangis. Nutrisi tanaman berkurang, karena nurisi tanah berkurang.                                                                                                                                                                                                                                                                                            

Tanahku merindukan bau jerami busuk yang manusia tenggelamkan kedalamnya, bau kotoran sapi dan kerbau yang sengaja atau tidak sengaja dicampurkan dengan tanahku. Itu membuat tanahku hidup.

Sampah yang kalian buang sembarangan ke tanahku, sampah yang kalian bakar di atas tanahku, limbah detergen yang teralirkan ke tanahku, bahkan limbah pabrik yang merembes ke dalam tanahku, itu semua membuat tanahku sakit, sekarat…

Tak bisa lagi anak-anak bebas bermain di atas tanahku tanpa alas kaki. Dulu meraka sehat jika kaki-kaki kecil mereka berlarian di tanahku tanpa alas kaki. Sekarang sebaliknya, kaki-kaki mungil itu harus beralas sandal, jika tidak mereka akan sakit.

 

Aku mencoba menyelusur udaraku, bersih, segar…. Sulit dicari kini… aku harus masuk ke pelosok negeri, baru aku bisa puas menghirup udaraku yang bersih,  itupun tak sesegar dulu.

Pabrik-pabrik itu, kendaraan-kendaraan itu, udaraku menjadi tercemar karenanya. Tahukah kalian, semakin banyak kendaraan berbahan bakar fosil yang kalian beli, semakin kalian membuat diri kalian menjauh dari udara bersih. Semakin banyak pabrik-pabrik penghasil asap, semakin kalian meracuni diri kalian.

Sadarlah kawan, kalian tidak mungkin tidak bernafas, maka kalian tidak mungkin tidak membutuhkan udara. Jika udara semakin kotor karena keegoisan kalian, apa yang akan terjadi dengan nafas kalian?

Bahan bakar fosil bukan satu-satunya bahan bakar yang dapat menghidupi kalian.  Masih banyak alternative bahan bakar lain yang dapat bersahabat dengan udaraku. Aku tau, kalian tidak mungkin dapat beraktivitas tanpa bahan bakar.

Alamku kaya kawan. Bukan hanya minyak yang kumiliki. Aku punya pohon, matahari sahabat dekatku, aku punya air, angin, mereka semua siap kalian berdayakan dengan bijak, diantaranya diolah menjadi bahan bakar yang bersahabat.

 

Pohonku… hutanku… tak serimbun dulu. Gedung-gedung tinggi menggantikan hutanku, perumahan-perumahan menggantikan pohonku, jalan-jalan aspal menggantikan gunung dan bukitku.

Jangan kalian habiskan pohonku, jangan kalian habiskan hutanku. Jika kalian masih membutuhkan pohonku, maka gunakanlah pohonku dengan bijak. Tanamlah bibit pohonku, ketika kalian ingin mengambil pohonku.

Pohonku, hutanku, penyedia oksigen bagi kalian. Mereka hilang, oksigen tidak ada. Mereka hilang, karbondioksida hasil pembakaran bahan bakar fosil dan hasil respirasi kalian, akan terus meningkat dan mencemari udara, bahkan menyebabkan peningkatan suhu global. 

 

Aku panas kini, suhuku semakin meningkat…

Aku sudah tua, dan akan semakin tua…

Aku sayang kalian… dan aku juga yakin, kalian menyayangiku…

Aku berharap besar kepada kalian, karena aku yakin, kalian penjagaku…

Aku mohon kawan, jangan biarkan alamku memperbaiki sendiri…

Bencana alam yang terjadi, mungkin tidak hanya bentuk protesku, tapi itu menjadi salah satu caraku untuk memperbaiki diri…

Aku mohon kawan, aku percaya, masih banyak diantara kalian yang peduli terhadapku…

Aku mohon kawan, jagalah aku, perbaikilah aku. Jangan sampai alamku menjalankan caranya sendiri untuk memperbaiki  diri.

Aku bumi, aku ada untuk kalian.

 

 

 

Sari, Gadis yang Ditempa Kota dan Perjalanan

Sari lahir dan besar di tengah kerasnya Jakarta, dengan getaran kereta api sebagai melodi masa kecilnya. Namun, hidup yang penuh gejolak i...