Blog guru inspiratif
Guru/pendidik adalah sosok yang sangat berkontribusi dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Guru/pendidik dapat menjadi inspirator bagi peserta didiknya. Ucapan dan sikap seorang guru/pendidik dapat mempengaruhi masa depan peserta didiknya. Jadilah guru/pendidik yang dapat menginspirasi dan memberikan pengaruh baik bagi peserta didiknya...
Selasa, 18 November 2025
Sari, Gadis yang Ditempa Kota dan Perjalanan
Jumat, 04 Agustus 2023
Sabtu, 22 Juli 2023
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)
Menyusun
Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan
Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi
Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
|
Lokasi |
Kabupaten Majalengka, Jawa
Barat |
|
Lingkup Pendidikan |
MA Daarul Uluum PUI
Majalengka |
|
Tujuan yang ingin dicapai |
Tujuan penulisan Best Practice ini
adalah untuk mendeskripsikan pengalaman mengajar terbaik yang dapat
meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan kemampuan berfikir tingkat
tinggi murid melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning
metode HOTS-ISTEEM dalam materi Pengaruh Faktor Eksternal terhadap
Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. |
|
Penulis |
Ilisya P. Indrasari |
|
Tanggal |
4 dan 5 Juli 2023 (Model Project
Based Learning moda Luring) |
|
Situasi:
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah,
mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan
tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah. Guru belum beradaptasi dan membiasakan murid dengan
soal-soal/penugasan yang dapat mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi
murid, sehingga kemampuan literasi numerasi dan berfikir tingkat tinggi murid
menjadi rendah. Beberapa gejala yang terlihat adalah 1) soal-soal dalam tes sumatif masih
berupa soal tertutup: 2) guru belum memahami karakteristik
soal-soal/penugasan berbasis literasi dan numerasi. Mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi murid serta kemampaun
berfikir tingkat tinggi murid, tidak hanya melalui soal-soal atau penugasan
yang diberikan, tetapi juga dalam bentuk proses pembelajaran di kelas. Metode
yang dikembangkan dalam Best Practice ini adalah HOTS – ISTEEM,
High Order Thinking Skill – Islamic Science Technology Engginering
Enterpreuneur and Mathematics, dengan model pembelajaran PJBL (Project
Based Learning). Keterampilan berfikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills)
mencakup kemampuan berfikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan
kreatif. Menurut Lewis dan Smith (1993) dalam Sani, R. A. (2019), berfikir
tingkat tinggi akan terjadi jika seseorang memiliki informasi yang disimpan
dalam ingatan dan memperoleh informasi baru, kemudian menghubungkan, dan/atau
menyusun dan mengembangkan informasi tersebut untuk mencapai suatu tujuan
atau memperoleh jawaban/solusi yang mungkin untuk suatu situasi yang
membingungkan Pembelajaran berbasis ISTEEM adalah mengintegrasikan nilai-nilai dan
pengetahuan islami dengan sains, teknologi, engineering, kewirausahaan (enterpreuneur),
dan matematika dalam proses pembelajaran. Praktik baik ini mencoba untuk
mengintegrasikan niai-nilai dan pengetahuan Islam, menggunakan ilmu robotika arduino
uno (teknologi dan engineering), menggunakan ilmu matematika untuk
menganalisis hasil penelitian, dan membangun jiwa kewirausahaan dengan konsep
dasar proyek yang sudah dikembangkan. Pembelajaran berbasis ISTEEM sangat membutuhkan keterampilan tingkat
tinggi. Hal ini disebabkan karena pembelajaran ISTEEM mengharuskan murid
untuk melakukan penyelidikan ilmiah, penerapan matematika ketika merancang
sebuah teknologi dan menganalisis hasil penelitian dalam upaya menyelesaikan
masalah. Jadi, model pembelajaran yang umum digunakan dalam pembelajaran ISTEEM
adalah project based learning (PJBL). Diharapkan dengan menerapkan proses pembelajaran model PJBL dan metode
HOTS – ISTEEM, dapat mengembangkan kemampuan literasi, numerasi dan kemampuan
berfikir tingkat tinggi murid. Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan. Berdasarkan analisis hasil
asesment dan refleksi, dengan metode dan model pembelajaran yang digunakan
dapat meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi, serta literasi dan
numerasi murid pada materi pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proyek yang dikembangkan adalah
mengukur kelembaban tanah pada tanaman kacang tanah, kacang hijau, kacang
merah, dan jagung dengan menggunakan soil moisture sensore arduino uno.
Dalam proyek penelitian
ini, murid diminta untuk mengamati dan menganalisis kebutuhan kelembaban
tanah tiap tanaman. Kebutuhan kelembaban tanah teramati dari debit air yang
terpakai setiap harinya selama proses penelitian. Dalam merancang penelitian,
murid sudah diminta untuk mencari literasi terkait kebutuhan kelembaban tanah
ideal setiap tanaman yang akan disetting dalam arduino uno, serta kondisi
faktor eksternal yang dibutuhkan tanaman. Dan murid dapat mengembangkan literasi
numerasi melalui pengukuran rata-rata kelembaban tanah yang dibutuhkan selama
proses penelitian dan membuat grafik dari data hasil penelitian. Dalam uji
produk, murid diminta untuk mempresentasikan hasil penelitian dan hasil
analisis mereka jika hasil peneltian kurang sesuai dengan hipotesis atau
prediksi awal penelitian. Diharapkan praktik baik ini
dapat menjadi motivasi bagi diri saya pribadi untuk dapat melakukan
kolaborasi dengan mata pelajaran lain dalam mengembangkan materi Biologi. Bagi
rekan guru yang lain, ini merupakan upaya berbagi praktik baik, yang semoga
dapat memberikan inspirasi. Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam
praktik ini. Peran saya dalam praktik
ini adalah sebagai guru yang menjadi subjek atau pelaksana praktik baik. Saya
sebagai guru memiliki tanggung jawab untuk dapat menganalisis permasalahan
yang muncul selama PBM Biologi. Salah satu permasalahan yang muncul adalah rendahnya
kemampuan literasi dan numerasi murid, dikarenakan proses belajar mengajar
yang dilakukan guru belum berbasis HOTS. Tindak lanjutnya, saya sebagai guru
mencari berbagai alternatif solusi untuk dapat mengatasi permasalahan
tersebut. Solusi yang terpilih adalah mengembangkan model PJBL dengan metode
HOTS – ISTEEM pada materi pengaruh faktor internal dan eksternal pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selanjutnya
adalah guru menyusun modul ajar, bahan ajar, LKPD, instrumen dan rubrik
penilaian, serta media pembelajaran. Guru memonitoring pelaksanaan proyek
selama 14 hari. Guru juga membuat pertanyaan refleksi sebagai masukan bagi
guru apakah model dan metode yang digunakan sudah tepat atau diperlukan
pengembangan lebih lanjut. |
|
Tantangan
: Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai
tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, |
Apa saja yang mengjadi
tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Latar belakang masalah dari
praktik baik ini adalah kurangnya literasi dan numerasi murid, serta
kemampuan berfikir tingkat tinggi. Strategi pembelajarannya adalah, guru
menggunakan metode pembelajaran HOTS –
ISTEEM dengan model pembelajaran PJBL pada
materi pengaruh faktor internal dan eksternal pada pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Beberapa tantangan dalam
metode dan model pembelajaran ini adalah: 1. Guru harus dapat menentukan
proyek yang relevan dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai. 2. Memerlukan persiapan lebih
untuk menyiapkan alat dan bahan serta rancangan proyek. 3. Memerlukan waktu yang cukup
panjang dalam pelaksanaannya. 4. Memerlukan kolaborasi
dengan guru mata pelajaran lain yaitu guru Robotika. 5. Guru juga harus memahami
prinsip dasar kerja dari rancangan proyek menggunakan bantuan soil
moisture sensor arduino uno. 6. Kemampuan murid untuk
berliterasi sudah diuji sejak awal perencanaan proyek. Siapa saja yang terlibat? Dalam proses pelaksanaan
praktik baik ini, yang terlibat adalah: 1.
Guru, yaitu saya sendiri sebagai orang yang merencanakan,
melakukan, dan mengevaluasi praktik baik ini. 2.
Unsur pimpinan di madrasah, sebagai orang yang membantu
dalam mensukseskan praktik baik ini. 3.
Rekan guru, sebagai sumber inspirasi dan teman diskusi
dalam merencanakan, melakukan, dan mengevaluasi praktik baik ini. 4.
Dosen dan Guru Pamong PPG, sebagai orang yang membimbing
dan mengevaluasi aksi yang saya lakukan demi keberhasilan praktik baik ini
dan juga sebagai masukan dalam pembelajaran
di
masa selanjutnya. 5.
Murid yang merupakan subjek dan objek pembelajaran di kelas. 6. Guru mata pelajaran
Robotika yang merupakan rekan kolaborasi dalam pelaksanaan proyek. |
|
Aksi
: Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi
tantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa
saja yang terlibat /Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk
melaksanakan strategi ini |
Langkah dan starategi untuk
menghadapi tantangan: Guru melakukan literasi dan merancang sebuah model pembelajaran yang
dapat meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan kemampuan berfikri
tingkat tinggi murid. Model pembelajaran yang terpilih adalah PJBL untuk
materi pengaruh faktor internal dan eksternal pada pertumbuhan dan
perkembangan tanaman, dengan metode pembelajatan berbasis HOTS – ISTEEM. Proses dalam aksi praktik
baik menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dengan metode HOTS
– ISTEEM: 1.
Pertanyaan Esensial 1)
Guru menyajikan masalah kontekstual : “apakah
pengaruh factor ekternal setiap tumbuhan sama?” 2)
Siswa diarahkan oleh guru untuk memahami
permasalahan tersebut dan merumuskan pertanyaan mendasar terkait masalah
tersebut. 2. Mendesain Rencana Proyek 1)
Murid dikelompokkan menjadi 4 kelompok heterogen (Gotong royong) Kelompok 1: Pengamatan
tanaman kacang hijau Kelompok 2: Pengamatan
tanaman kacang kedelai Kelompok 3: Pengamatan
tanaman kacang tanah Kelompok 4: Pengamatan
tanaman jagung Setiap kelompok berdiskusi
untuk menentukan jenis proyek yang akan dikerjakan. (beriman dan bertakwa
kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, Gotong royong, bernalar kritis) 2)
Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan produk
yang akan dihasilkan. Dalam hal ini, perbedaan pengaruh kelembaban/kebutuhan
air terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tanaman yang berbeda. 3)
Setiap kelompok berdiskusi untuk merancang kegiatan
proyek yang akan dilakukan dibantu oleh guru robotika. (beriman dan bertakwa
kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, Gotong royong, bernalar kritis) 3. Menyusun Jadwal 4. Pelaksanaan dan pengawasan
perkembangan proyek 2) Guru memonitor perkembangan
proyek setiap kelompok dengan datang ke laboratorium. 2)
Setiap kelompok menjawab pertanyaan dan mendapatkan
masukan dari kelompok lain. 3)
Murid menerima umpan balik dari guru. 6.
Evaluasi Pengalaman 1)
Murid merefleksikan pengalaman selama melakukan
aktivitas proyek. 2)
Murid memberikan contoh pengembangan proyek ini
dalam skala yang lebih luas. Dalam proses ini, yang
terlibat adalah guru, murid, guru robotika, dosen pembimbing, guru pamong, dan
rekan sejawat lainnya sebagai kameramen. Sumber daya yang diperlukan adalah buku
sumber, internet, aplikasi ed puzzle, classpoint, alat dan bahan proyek,
laptop, infokus, jaringan internet dan kamera. |
|
Refleksi
Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah
yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain
terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan
atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari
keseluruhan proses tersebut |
Dari hasil
refleksi pembelajaran yang dilakukan murid melalui isian
google form dapat disimpulkan bahwa 100% murid senang dengan
pembelajaran model Project Based Learning dan metode HOTS - ISTEEM serta kegiatan tersebut dapat meningkatkan
kemampuan murid sesuai tujuan
pembelajaran, yaitu memahami pengaruh factor
eksternal terhadap pertumbuhan
tumbuhan, melakukan percobaan tentang
faktor-faktor eksternal yang memengaruhi proses pertumbuhan pada tanaman,
dan menyajikan
data hasil analisis hubungan faktor eksternal terhadap proses
pertumbuhan tanaman. Berdasarkan haril pretest dan posttesst menggunakan soal-soal HOTS,
dapat terlihat perbedaan yang signifikan dari hasil pretest dan post test. Hasil
menunjukkan terjadi kenaikan jumlah murid dengan nilai tuntas (lebih dari KKM
yaitu 75) sebesar 80%. Adapun faktor yang
menjadi keberhasilan dalam praktik baik ini adalah pembelajaran
dengan model project based learning dengan metode HOTS - ISTEEM. Model
dan metode ini membantu murid untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi,
numerasi, serta kemampuan berfikir tingkat tinggi murid, sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai. Pelajaran dari keseluruhan proses Melihat beberapa
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran inovatif dapat
tercipta jika model dan metode pembelajaran yang
ditentukan tepat dan sesuai dengan kebutuhan murid. |
Minggu, 20 November 2022
Aku Ada Untuk Kalian
Aku Ada untuk Kalian
Oleh: Ilisya P. Indrasari
Kenalkan, aku bumi. Aku ada karna
diciptakan. Aku tau, sejak awal aku ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan dan
kehidupan makhluk yang paling sempurna, manusia. Aku berharap besar pada
manusia. Awalnya aku biasa saja, dengan manusia aku menjadi lebih berarti.
Tanahku banyak yang diolah menjadi pesawahan, perkebunan, ladang, dan
memberikan manfaat banyak bagi manusia. Sungaiku dijaga, karena mereka juga
membutuhkan air sungaiku yang jernih dan juga makhluk yang hidup didalamnya.
Lautku biru, mereka selalu senang menatap lautku. Mereka jaga lautku, karena
mereka butuh lautku, ikanku, garamku. Tanahku subur, semakin subur dengan
diolah secara alami. Aku mencintai mereka, merekapun mencintaiku.
Tidaaakkkk…
Kenapa aku…???
Lautku…, sungaiku…, tanahku …,
pohonku..., hewanku…, udaraku…???
Aku sakit… aku dikhianati…
Mengapa setelah ratusan tahun aku
menemani, mereka malah mengkhianatiku, menyakitiku…
Lihatlah sungaiku kini... Apakah
kalian tidak mempedulikan sungaiku lagi...?
Bukankah airnya bermanfaat untuk
kalian… airnya selalu kalian gunakan untuk Pelepas dahaga… airnya kalian
gunakan untuk mengairi pesawahan dan ladang … ikanku dulu sering kalian ambil
untuk dimakan…
Tidaaakkkk… Aku kini tidak dapat
melihat batu-batuan dalam sungaiku… dasar pasir yang lembut… Ikan ku yang
berenang lincah… kemana semuanya... Aku tak melihatnya...
Semua tertutup oleh sampah... Air
sungaiku kini coklat… bahkan hitam… bagaimana sungaiku bisa bermanfaat lagi
untuk kalian…
Kalian tau… sungaiku rindu dengan
tawa renyah kalian ketika bermain di airnya yang bening… senyum senang kalian
mendapatkan ikan… obrolan ringan kalian ketika
mengambil airnya… Sungaiku rindu dengan wajah bahagia ketika menatapnya…
Kini aku tak pernah menemukan itu semua… yang ada adalah tatapan jijik ketika
menatap sungaiku… Ingin segera menjauh ketika melewatinya… apa salahku…!!!
Jangan… Tolong jangan kalian
tumpahkan barang-barang menjijik ka itu kepada sungaiku … sungaiku sulit
bernafas kini…
Lihatlah lautku… Kalian pernah
meninggalkaku dalam keadaan hitam berjelaga… lihatlah burung-burung itu… mereka
terperangkap, tak dapat terbang , sampai akhirnya mati kelaparan, tanpa aku
bisa melakukan apa-apa, bahkan hewan-hewanku banyak yang terperangkap oleh
sampahmu. Hewan-hewanku banyak yang teracuni oleh sampahmu. Jika kalian pergi
ke muara-muara pulau-pulau kecilku, kalian akan menemukan pulau-pulau baru, pulau
sampah. Terumbu karangku yang indah,
semakin terkikis, akibat sampahmu, dan juga tanga-tangan jail yang mengambil
secara tidak bertanggung jawab.
Kemana hutan bakau ku? Mengapa tahun
demi tahun, aku semakin sulit menemukannya? Alih-alih kudapatkan hutan bakau, gedung-gedung
tinggi berdiri di area bakau ku. Apakah
kalian tau, jika hutan bakauku hilang, maka ombakku akan dengan mudah mengikis
tanah dan menghabiskan bangunan-bangunan kalian.
Pantaiku tak seindah dulu. Hamparan
pasir putih yang indah, tergantikan oleh hamparan sampah.
Tanahku tak sesubur dan sesehat dulu.
Ketika biji dan akar tanaman masuk kedalam tanahku, mereka leluasa menyerap
nutrisi dari tanahku, tanpa harus mencari sana sini. Tapi itu dulu. Sekarang,
tanahku tak sanggup mensuplai nutrisi secara cukup untuk biji dan akar tanaman,
sampai-sampai mau tak mau, zat kimia beracun pun diserap oleh mereka karena kekurangan
nutrisi.
Entah kenapa tanahku lemah saat ini.
Entah kapan awalnya tanahku menjadi miskin nutrisi. Apakah sejak bahan-bahan
kimia yang manusia sebut sebagai pupuk itu, masuk ke dalam tubuhku, yang
katanya mampu menambah nutrisi tanahku. Tidak kawan, justru sebaliknya,
bahan-bahan kimia itu membuat tanahku semakin miskin nutrisi, tanahku menjadi
keras, tidak mampu menyerap banyak air karena strukturnya sudah rusak.
Kalian tau, kalian menyiksa tanahku ketika
kalian masukkan bahan-bahan kimia kedalamnya. Tanahku menangis, tanamannya
menangis. Nutrisi tanaman berkurang, karena nurisi tanah berkurang.
Tanahku merindukan bau jerami busuk
yang manusia tenggelamkan kedalamnya, bau kotoran sapi dan kerbau yang sengaja
atau tidak sengaja dicampurkan dengan tanahku. Itu membuat tanahku hidup.
Sampah yang kalian buang sembarangan
ke tanahku, sampah yang kalian bakar di atas tanahku, limbah detergen yang
teralirkan ke tanahku, bahkan limbah pabrik yang merembes ke dalam tanahku, itu
semua membuat tanahku sakit, sekarat…
Tak bisa lagi anak-anak bebas
bermain di atas tanahku tanpa alas kaki. Dulu meraka sehat jika kaki-kaki kecil
mereka berlarian di tanahku tanpa alas kaki. Sekarang sebaliknya, kaki-kaki
mungil itu harus beralas sandal, jika tidak mereka akan sakit.
Aku mencoba menyelusur udaraku,
bersih, segar…. Sulit dicari kini… aku harus masuk ke pelosok negeri, baru aku
bisa puas menghirup udaraku yang bersih, itupun tak sesegar dulu.
Pabrik-pabrik itu,
kendaraan-kendaraan itu, udaraku menjadi tercemar karenanya. Tahukah kalian,
semakin banyak kendaraan berbahan bakar fosil yang kalian beli, semakin kalian
membuat diri kalian menjauh dari udara bersih. Semakin banyak pabrik-pabrik
penghasil asap, semakin kalian meracuni diri kalian.
Sadarlah kawan, kalian tidak mungkin
tidak bernafas, maka kalian tidak mungkin tidak membutuhkan udara. Jika udara
semakin kotor karena keegoisan kalian, apa yang akan terjadi dengan nafas kalian?
Bahan bakar fosil bukan satu-satunya
bahan bakar yang dapat menghidupi kalian. Masih banyak alternative bahan bakar lain yang
dapat bersahabat dengan udaraku. Aku tau, kalian tidak mungkin dapat
beraktivitas tanpa bahan bakar.
Alamku kaya kawan. Bukan hanya minyak
yang kumiliki. Aku punya pohon, matahari sahabat dekatku, aku punya air, angin,
mereka semua siap kalian berdayakan dengan bijak, diantaranya diolah menjadi
bahan bakar yang bersahabat.
Pohonku… hutanku… tak serimbun dulu.
Gedung-gedung tinggi menggantikan hutanku, perumahan-perumahan menggantikan
pohonku, jalan-jalan aspal menggantikan gunung dan bukitku.
Jangan kalian habiskan pohonku,
jangan kalian habiskan hutanku. Jika kalian masih membutuhkan pohonku, maka
gunakanlah pohonku dengan bijak. Tanamlah bibit pohonku, ketika kalian ingin
mengambil pohonku.
Pohonku, hutanku, penyedia oksigen
bagi kalian. Mereka hilang, oksigen tidak ada. Mereka hilang, karbondioksida
hasil pembakaran bahan bakar fosil dan hasil respirasi kalian, akan terus meningkat
dan mencemari udara, bahkan menyebabkan peningkatan suhu global.
Aku panas kini, suhuku semakin
meningkat…
Aku sudah tua, dan akan semakin tua…
Aku sayang kalian… dan aku juga
yakin, kalian menyayangiku…
Aku berharap besar kepada kalian,
karena aku yakin, kalian penjagaku…
Aku mohon kawan, jangan biarkan
alamku memperbaiki sendiri…
Bencana alam yang terjadi, mungkin
tidak hanya bentuk protesku, tapi itu menjadi salah satu caraku untuk
memperbaiki diri…
Aku mohon kawan, aku percaya, masih
banyak diantara kalian yang peduli terhadapku…
Aku mohon kawan, jagalah aku,
perbaikilah aku. Jangan sampai alamku menjalankan caranya sendiri untuk
memperbaiki diri.
Aku bumi, aku ada untuk kalian.
Sari, Gadis yang Ditempa Kota dan Perjalanan
Sari lahir dan besar di tengah kerasnya Jakarta, dengan getaran kereta api sebagai melodi masa kecilnya. Namun, hidup yang penuh gejolak i...
-
Konsep Integrasi Materi Keagamaan dalam Mata Pelajaran Rumpun IPA Pendidikan Islam melingkupi objek bahasan ayatul qauliyah dan ayatul ka...